Selasa, 22 Desember 2015

Laporan Praktikum Enzym Katalase



 Laporan Biologi
Enzym Katalase


 




Nama : Yasinta Unggul Sukesi
Kelas : XII IPA 1
Absen : 27
Kelompok 7

SMA NEGERI 1 MAJENANG
Tahun Pelajaran 2015/2016


I.           Tujuan Praktikum

Mengamati dan membuktikan kerja Enzym Katalase.

II.       Dasar Teori

Metabolisme adalah pertukaran zat pada organisme di dalam tubuh mahluk hidup. Reaksi metabolisme tersebut dimaksudkan untuk memperoleh energi, menyimpan energi, menyusun bahan makanan, merombak bahan makanan, memasukkan atau mengeluarkn zat - zat, melakukan gerakan, menyusun struktur sel, merombak struktur – struktur sel yang tidak dapat digunakan lagi, dan menanggapi rangsang.
Reaksi-reaksi tersebut tak akan berlangsung tanpa sebuah katalisator. Katalisator adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk.
Dalam proses metabolisme kalisatornya adalah enzim. Menurut Mayrback (1952) dari Jerman, enzim adalah senyawa protein (tersusun atas asam-asam amino) yang dapat mengatalisis reaksi-reaksi kimia dalam sel dan jaringan mahluk hidup. Kebanyakan enzim berukuran lebih besar dari substratnya. Akan tetapi, hanya daerah tertentu dari molekul enzim tersebut yang berikatan dengan substrat, yaitu bagian yang disebut dengan sisi aktif (active side).
Kerja enzim dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya temperatur, konsentrasi substrat, dan pH yang sesuai. Dalam suhu yang terlalu dingin (< 300C) enzim aka menjadi pasif. Sebaliknya jika suhu terlalu tinggi (>400C) maka enzim akan rusak. Enzim juga dapat bekerja dalam konsentrasi substrat yang sesuai yaitu dengan bentuk koloid (1 A0-10 A0). Enzim juga bekerja pada  pH netral (6,8-7,2).
Enzim merupakan katalis yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh sel.  Enzim mempunyai sifat spesifik yaitu hanya mengatalisis reaksi kimia tertentu.  Sebagai contoh enzim katalase yang hanya menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2 dengan reaksi sebagai berikut :
2H2O2 à 2H2O + O2

Itu berarti enzim katalase menguraikan bahan yang berbahaya bagi tubuh menjadi bahan yang aman bahkan dibutuhkan oleh mahluk hidup. Enzim katalase ini juga hanya dapat bekerja dalam keadaan yang sesuai.

III.    Alat dan Bahan
A.    Alat                                                           B. Bahan
Ø  Tabung  reaksi 4 buah                                a.  Hati ayam  satu pasang
Ø  Gelas kimia 3 buah                                     b. 1 buah jantung ayam
Ø  Rak tabung reaksi 1 buah                           c. HCl
Ø  Penjepit  tabung  reaksi                              d. NaOH
Ø  Pipet tetes 5 buah                                       e. H2O2 (Hidrogen Peroksida)
Ø  Pembakar spirtus 1 buah                            f. Aquades
Ø  Korek api
Ø  Satu batang  lidi
Ø  Corong kaca 1 buah
Ø  Lumpang  poerselin
Ø  Penumbuk lumpang  porselin
Ø  Kertas saring
IV.    Langkah Kerja

*      Menyiapkan alat-alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam praktikum.
*      Menumbuk hati ayam dalam lumpang porselin.
*      Mengencerkan ekstrak hati ayam dengan aquades.
*      Menyaring ekstrak hati ayam penggunakan kertas saring kedalam 3 tabung reaksi dengan ukuran yang sama.
*      Menyiapkan ekstrak hati dengan komposisi :
v  tabung I berisi ekstrak hati murni.
v  tabung II berisi ekstrak hati + HCl sebanyak 4 tetes.
v  tabung III berisi ekstak hati + NaOH sebanyak 4 tetes.
*      Menumbuk jantung ayam dengan lumpang porselin.
*      Mengencerkan ekstrak jantung dengan aquades.
*      Menyaring ekstrak jantung penggunakan kertas saring kedalam 1 tabung reaksi dengan ukuran yang sama dengan ekstrak hati.
*      Secara bergatian di setiap tabung reaksi ditetesi dengan H2O2 dengan komposisi sebagai berikut :
ü  tabung I berisi ekstrak hati + H2O2 (4 tetes)
ü  tabung II berisi ekstrak hati + HCl + H2O2 (4 tetes)
ü  tabung III berisi ekstrak hati + NaOH + H2O2 (4 tetes)
ü  tabung IV berisi ekstrak jantung + H2O2 (4 tetes)
*      Setelah diisi dengan H2O2 tutup rapat tabung menggunakan jari kemudian masukan dengan segera lidi yang membara dalam tabung setelah ditutup rapat dan telah terjadi perubahan untuk menegtahui nyala api.
*      Mengamati hal yang terjadi pada tabung reaksi dan mencatatnya dalm tabel.

V.       Tabel Pengamatan

No.
Ekstrak
Jumlah Gelembung
Nyala Api
Keterangan
1.
Hati + H2O2
+++
+++
Gelembung banyak dan nyala api besar
2.
Hati + HCl + H2O2
-
-
Tidak ada gelembung dan nyala api 
3.
Hati + NaOH + H2O2
++
-
Gelembung sedikit dan tidak ada nyala api
4.
Jantung + H2O2
+++
-
Banyak gelembung dan tidak ada nyala api

Keterangan :
+++ = gelembung banyak/nyala api besar
++   = gelmbung kecil/ nyala api kecil
-            = tidak ada gelembung/tiada ada nyala api


Gravik Hasil Pengamatan


                                                                                                          




VI.    Analisis Data

1.      Pada tabung reaksi I
Saat ekstrak hati ayam ditambahkan  H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak. Ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air),  pada waktu dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api.  Hal tersebut juga membuktikan bahwa H2O2  diuraikan oleh enzim katalase menjadi oksigen (O­2).

2.      Pada tabung reaksi II
Ekstrak hati ayam yang sudah dicampur dengan HCl ditambahkan  H2O2 tidak menimbulkan gelembung sama sekali. Hal ini menunjukan bahwa  H2O2 tidak teruraikan menjadi H2O oleh enzim katalase. Begitu pula saat dimasuka lidi yang membara tidak timbul nyala api sama sekali. Ini menunjukan bahwa tidak ada oksigen yang telah teruraikan.

3.      Pada tabung reaksi III
Ekstrak hati ayam yang sudah dicampur dengan NaOH menimbulkan sedikit gelembung saat ditambahkan  H2O2  sebanyak 4 tetes. Ini menunjukan bahwa ada penguraian ditambahkan  H2O2  menjadi H2O, namun tidak terjadi secara sempurna. Dan saat dimasukan bara idi tidak timbul nyala api. Hal tersebut menunjukan bahwa tidak ada peruraian H2O2 menjadi 2(g).

4.      Pada tabung reaksi IV
Saat ekstrak jantung ditambahkan H2O2  sebanyak 4 tetes terjadi gelembung-gelembung yang sangat banyak. Ini menunjukan bahwa telah terjadi penguraian H2O2  menjadi H2O. Namun saat dimasukan bara lidi tak terjadi nyala api ini menunjukan bahwa H2O2 tidak diuraikan menjadi O2(g). Seharusnya nyala api akan timbul pada ekstrak jantung murni yang  ditambah H2O2. Kesalahan ini terjadi karena kurang telitian dan kurang berpengalaman dalam melakukan praktik tersebut.

VII.     Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan menunjukan bahwa hasil dari percobaan kurang memuaskan karena terdapat kesalahan dalam praktiknya. Namun dapat ditarik kesimpulan bahwa enzim katalase bekerja dengan menguraikan H2O2 menjadi air (H2O) dan Oksigen (O2). Enzim katalase  kerjanya dipengaruhi oleh derajat keasaman (pH).  Pada pH terlalu asam dan basa, enzim menjadi non aktif, sehingga tidak dapat bekerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar