Laporan Biologi
Enzym Katalase
Nama : Yasinta
Unggul Sukesi
Kelas : XII IPA
1
Absen : 27
Kelompok 7
SMA NEGERI 1 MAJENANG
Tahun Pelajaran 2015/2016
I.
Tujuan
Praktikum
Mengamati dan membuktikan kerja Enzym Katalase.
II.
Dasar Teori
Metabolisme adalah pertukaran zat
pada organisme di dalam tubuh mahluk hidup. Reaksi metabolisme tersebut
dimaksudkan untuk memperoleh energi, menyimpan energi, menyusun bahan makanan,
merombak bahan makanan, memasukkan atau mengeluarkn zat - zat, melakukan
gerakan, menyusun struktur sel, merombak struktur – struktur sel yang tidak
dapat digunakan lagi, dan menanggapi rangsang.
Reaksi-reaksi tersebut tak akan berlangsung tanpa
sebuah katalisator. Katalisator adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau
terpakai oleh reaksi itu. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan
sebagai pereaksi ataupun produk.
Dalam proses metabolisme kalisatornya adalah enzim. Menurut Mayrback (1952)
dari Jerman, enzim adalah senyawa protein (tersusun atas asam-asam amino) yang dapat
mengatalisis reaksi-reaksi kimia dalam sel dan jaringan mahluk hidup. Kebanyakan
enzim berukuran lebih besar dari substratnya. Akan
tetapi, hanya daerah tertentu dari molekul enzim tersebut yang berikatan dengan
substrat, yaitu bagian yang disebut dengan sisi aktif (active side).
Kerja enzim dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya temperatur, konsentrasi substrat, dan pH yang sesuai. Dalam suhu
yang terlalu dingin (< 300C) enzim aka menjadi pasif. Sebaliknya
jika suhu terlalu tinggi (>400C) maka enzim akan
rusak. Enzim juga dapat bekerja dalam konsentrasi substrat yang sesuai yaitu
dengan bentuk koloid (1 A0-10 A0). Enzim juga bekerja
pada pH netral (6,8-7,2).
Enzim merupakan katalis yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh
sel. Enzim mempunyai sifat spesifik
yaitu hanya mengatalisis reaksi kimia tertentu.
Sebagai contoh enzim katalase yang hanya menguraikan H2O2
menjadi H2O dan O2 dengan reaksi sebagai berikut :
2H2O2 à 2H2O
+ O2
Itu berarti enzim katalase
menguraikan bahan yang berbahaya bagi tubuh menjadi bahan yang aman bahkan
dibutuhkan oleh mahluk hidup. Enzim katalase ini juga hanya dapat bekerja dalam
keadaan yang sesuai.
III.
Alat dan
Bahan
A. Alat B.
Bahan
Ø
Tabung
reaksi 4 buah a.
Hati ayam satu pasang
Ø
Gelas kimia 3 buah
b. 1 buah jantung ayam
Ø
Rak tabung reaksi 1 buah c.
HCl
Ø
Penjepit
tabung reaksi d. NaOH
Ø
Pipet tetes 5 buah e. H2O2 (Hidrogen
Peroksida)
Ø
Pembakar spirtus 1 buah f.
Aquades
Ø
Korek api
Ø
Satu batang
lidi
Ø
Corong kaca 1 buah
Ø
Lumpang
poerselin
Ø
Penumbuk lumpang
porselin
Ø
Kertas saring

IV.
Langkah
Kerja
v
tabung I berisi ekstrak hati murni.
v
tabung II berisi ekstrak hati + HCl sebanyak 4 tetes.
v
tabung III berisi ekstak hati + NaOH sebanyak 4 tetes.
ü
tabung I berisi ekstrak hati + H2O2 (4
tetes)
ü
tabung II berisi ekstrak hati + HCl + H2O2 (4
tetes)
ü
tabung III berisi ekstrak hati + NaOH + H2O2 (4
tetes)
ü
tabung IV berisi ekstrak jantung + H2O2 (4
tetes)
V.
Tabel
Pengamatan
No. |
Ekstrak
|
Jumlah
Gelembung
|
Nyala
Api
|
Keterangan
|
|
1.
|
Hati + H2O2
|
+++
|
+++
|
Gelembung banyak dan nyala api besar
|
|
2.
|
Hati + HCl + H2O2
|
-
|
-
|
Tidak
ada gelembung dan nyala api
|
|
3.
|
Hati + NaOH + H2O2
|
++
|
-
|
Gelembung
sedikit dan tidak ada nyala api
|
|
4.
|
Jantung + H2O2
|
+++
|
-
|
Banyak
gelembung dan tidak ada nyala api
|
Keterangan :
+++ = gelembung banyak/nyala api besar
++ = gelmbung kecil/ nyala api kecil
-
= tidak ada gelembung/tiada ada
nyala api

Gravik Hasil Pengamatan


VI.
Analisis
Data
1.
Pada tabung reaksi I
Saat ekstrak hati ayam
ditambahkan H2O2 terjadi
gelembung-gelembung udara yang banyak. Ini membuktikan bahwa enzim katalase
yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O
(air), pada waktu dimasukkan lidi
membara ke dalamnya, timbul nyala api.
Hal tersebut juga membuktikan bahwa H2O2 diuraikan oleh enzim katalase menjadi oksigen
(O2).
2.
Pada tabung reaksi II
Ekstrak hati ayam yang sudah
dicampur dengan HCl ditambahkan H2O2 tidak
menimbulkan gelembung sama sekali. Hal ini menunjukan bahwa H2O2 tidak
teruraikan menjadi H2O oleh enzim katalase. Begitu pula saat dimasuka lidi yang
membara tidak timbul nyala api sama sekali. Ini menunjukan bahwa tidak ada
oksigen yang telah teruraikan.
3.
Pada tabung reaksi III
Ekstrak hati ayam yang sudah
dicampur dengan NaOH menimbulkan
sedikit gelembung saat ditambahkan
H2O2 sebanyak 4 tetes. Ini menunjukan bahwa
ada penguraian ditambahkan H2O2 menjadi H2O, namun tidak
terjadi secara sempurna. Dan saat dimasukan bara idi tidak timbul nyala api.
Hal tersebut menunjukan bahwa tidak ada peruraian H2O2 menjadi
O2(g).
4.
Pada tabung reaksi IV
Saat ekstrak jantung ditambahkan H2O2 sebanyak 4 tetes terjadi
gelembung-gelembung yang sangat banyak. Ini menunjukan bahwa telah terjadi
penguraian H2O2 menjadi
H2O. Namun saat dimasukan bara lidi tak terjadi nyala api ini
menunjukan bahwa H2O2 tidak diuraikan menjadi O2(g).
Seharusnya nyala api akan timbul pada ekstrak jantung murni
yang ditambah H2O2. Kesalahan ini
terjadi karena kurang telitian dan kurang berpengalaman dalam melakukan praktik
tersebut.

VII.
Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan
menunjukan bahwa hasil dari percobaan kurang memuaskan karena terdapat
kesalahan dalam praktiknya. Namun dapat ditarik kesimpulan bahwa enzim katalase
bekerja dengan menguraikan H2O2 menjadi air (H2O) dan Oksigen (O2). Enzim
katalase kerjanya dipengaruhi oleh
derajat keasaman (pH). Pada pH terlalu
asam dan basa, enzim menjadi non aktif, sehingga tidak dapat bekerja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar