Senin, 21 Desember 2015

Contoh Laporan Kimia Penurunan Tf dan Penaikan Tb











 




















Dipersembahkan Oleh :
1. Rizki Nur Amalia (20)
2. Shelly Nurjanah (22)
3. Yasinta Unggul Sukesi (27)
4. Yuni Listiyana (28)

Kelas XII IPA 1

SMA NEGERI 1 MAJENANG
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

A.   Tujuan

Membandingkan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit pada konsentrasi sama.

B.    Dasar Teori

Dalam dasar teori ini akan sedikit membahas tentang sifat koligatif larutan, khususnya larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. Zat elektrolit sebagian atau seluruhnya terurai menjadi ion-ion. Untuk konsentrasi yang sama, larutan elektrolit mengandung jumlah partikel lebih banyak daripada larutan nonelektrolit. Beberapa persyaratan yang perlu diketahui adalah:

1.      Larutan berkonsentrasi sama, khususnya elektrolit memiliki harga P, Tf, dan Tb yang lebih besar daripada larutan nonelektrolit.
2.      Harga P,Tf, dan Tb makin besar dan makin banyaknya ion pada elektrolit.
3.      Untuk larutan berkonsentrasi tidak sama, memiliki harga (n x konsentrasi) paling besar akan memiliki harga P, Tf, dan Tb yang juga paling besar. Larutan nonelektrolit : n=1, Larutan elektrolit : n= banyaknya ion.

Rumus yang sering dipakai untuk menentukan Tb adalah :       
Tb= Kb . m. I
Rumus penurunan titik beku elektrolit :
T= m. Kf.i
Rumus penurunan titik beku non elektrolit :
T= m. Kf


C.   Alat dan Bahan

*      Alat            :
1.      Gelas kimia
2.      Tabung reaksi
3.      Pengaduk kaca
4.      Thermometer

*      Bahan        :
1.      Es batu
2.      Garam dapur padat
3.      Larutan CO(NH2)2 1 molal dan 2 molal
4.      Larutan NaCl 1 molal dan 2 molal

D.   Langkah kerja

1.      Memasukkan pecahan kecil-kecil es batu dalam gelas kimia hingga ¾ dan beri 5 sendok garam dapur padat, aduk hingga rata!
2.      Memasukkan 5 ml larutan urea (CO(NH2)2) 1 molal pada tabung reaksi kemudian, masukkan tabung reaksi tersebut ke dalam gelas kimia yang berisi pecahan es.
3.      Mengaduk larutan urea tersebut secara berkala hingga membeku.
4.      Mengeluarkan tabung reaksi dari gelas kimia dang anti pengaduk dengan thermometer.
5.      Mengukur suhu constant dari urea dan catat sebagi titik beku larutan.
6.      Mengulangi langkah 1-5 untuk larutan lainnya baik yang satu molal maupun yang dua molal.

E.   Pengamatan

No.
Larutan
Titik Leleh
Keterangan
1
CO(NH2)2 1 molal
-10C
Suhu ruangan 350C
2
CO(NH2)2 2 molal
00C
3
NaCl 1 molal
-30C
4
NaCl 2 molal
-20C

Titik leleh = Titik beku
F.    Pembahasan

Ulasan perhitungan sesuai teori :

*      CO(NH2)2 1 molal
T= m × Kf                       Tf  = Tfm- Tfl
        = 1,86  × 1                        = 0-1,86
        = 1,86                               = -1,86 0C

*      CO(NH2)2  2 molal
T= m × Kf                       Tf  = Tfm- Tfl
        = 1,86  × 2                        = 0-3,72
        = 3,72                               = -3,72 0C
*      NaCl 1 molal
T= m × Kf × i                    Tf  = Tfm- Tfl
        = 1,86  × 1 × 2                     = 0-3,72
        = 3,72                                   = -3,72 0C

*      NaCl 2 molal
T= m × Kf × i                    Tf  = Tfm- Tfl
        = 1,86  × 2 × 2                     = 0-7,44                                  
        = 7,44                                   = -7,440C

Dari pengamatan yang kami lakukan tampak bahwa suhu yang muncul sebenranya tidak sama dengan perhitungan yang dilakukan namun terjadi perbedaan yang dikarenakan beberapa faktor, seperti :
ü  Kesalahan pada penggunaan thermometer,karena thermometer yang digunakan bukanlah thermometer yang standar.
ü  Kesalahan pada ketepatan membaca angka-angka yang menunjukkan suhu pada thermometer.
ü  Es yang sudah meleleh tidak segera diganti.
ü  Suhu ruangan yang terlalu tinggi sehingga memakan waktu pembekuan yang lama.
Hal tersebutlah yang membuat penghitungan menjadi tidak sesuai dengan angka asli yang semestinya diharapkan.

2.      Perbedaan yang terlihat antara titik beku larutan elektrolit dengan larutan nonelektrolit adalah :
Larutan elektrolit memiliki banyak ion, sehingga menghasilkan titik beku yang lebih besar daripada larutan nonelektrolit. Karena semakin besarnya titik beku (Tb) makin besar dengan makin banyaknya ion pada larutan elektrolit yang berkonsentrasi sama. Sedangkan larutan elektrolit hanya memiliki satu ion saja yang tidak mungkin mencukupi kebutuhan titik beku yang diinginkan.

3.      Semakin tinggi konsentrasi suatu larutan maka semakin rendah suhu titik bekunya.
4.       Pada intinya titik beku suatu larutan dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu :
o   Konsentrasi zat terlarut, bila konsentrasi zat terlarut semakin besar, maka penurunan titik beku juga semakin besar, dan sebaliknya.
o   Molekul-molekul yang terurai dalam larutan tersebut.

G.  Kesimpulan
Perubahan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit dipengaruhi oleh banyaknya ion yang terkandung dalam larutan tersebut  yang biasanya disebut konsentrasi zat terlarut. Jadi berdasarkan penelitian maka ditemukan hasil yang berbeda antara satu larutan dengan larutan lainya.
 Semakin banyak ion yang dibutuhkan untuk membentuk titik beku atau semakin besar konsentrasi yang terkandung dalam larutan tersebut, maka penurunan titik beku juga semakin besar dan sebaliknya.
Namun dalam percobaan yang telah dilakukan, hasil yang didapat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Maka dari itu perlu mengkaji ulang dan memperbaiki hasil dari percobaan.

H.  Dokumentasi Praktik




































I.      Daftar Pustaka

         ©Anggarda Putra Giantara


Susrialfuadi354@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar