![]() |
|||
![]() |
|||
Dipersembahkan Oleh :
1. Rizki Nur Amalia (20)
2. Shelly Nurjanah (22)
3. Yasinta Unggul Sukesi (27)
4. Yuni Listiyana (28)
Kelas XII IPA 1
SMA NEGERI 1 MAJENANG
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
A.
Tujuan
Membandingkan
titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit pada konsentrasi sama.
B.
Dasar Teori
Dalam dasar
teori ini akan sedikit membahas tentang sifat koligatif larutan, khususnya
larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. Zat elektrolit sebagian atau
seluruhnya terurai menjadi ion-ion. Untuk konsentrasi yang sama, larutan
elektrolit mengandung jumlah partikel lebih banyak daripada larutan
nonelektrolit. Beberapa persyaratan yang perlu diketahui adalah:
1. Larutan berkonsentrasi sama,
khususnya elektrolit memiliki harga P, Tf, dan Tb yang
lebih besar daripada larutan nonelektrolit.
2. Harga P,Tf, dan Tb
makin besar dan makin banyaknya ion pada elektrolit.
3. Untuk larutan berkonsentrasi tidak
sama, memiliki harga (n x konsentrasi) paling besar akan memiliki harga P, Tf,
dan Tb yang juga paling besar. Larutan nonelektrolit : n=1, Larutan
elektrolit : n= banyaknya ion.
Rumus yang sering dipakai untuk
menentukan Tb adalah :
Tb= Kb . m. I
Rumus penurunan titik beku elektrolit
:
Tf = m. Kf.i
Rumus penurunan titik beku non
elektrolit :
Tf = m. Kf
C.
Alat dan Bahan
1. Gelas kimia
2. Tabung reaksi
3. Pengaduk kaca
4. Thermometer
1.
Es batu
2.
Garam dapur padat
3.
Larutan CO(NH2)2 1 molal dan 2 molal
4.
Larutan NaCl 1 molal dan 2 molal
D.
Langkah kerja
1.
Memasukkan pecahan kecil-kecil es batu dalam gelas kimia hingga ¾ dan beri
5 sendok garam dapur padat, aduk hingga rata!
2.
Memasukkan 5 ml larutan urea (CO(NH2)2) 1 molal pada
tabung reaksi kemudian, masukkan tabung reaksi tersebut ke dalam gelas kimia
yang berisi pecahan es.
3.
Mengaduk larutan urea tersebut secara berkala hingga membeku.
4.
Mengeluarkan tabung reaksi dari gelas kimia dang anti pengaduk dengan
thermometer.
5. Mengukur suhu constant dari urea dan
catat sebagi titik beku larutan.
6. Mengulangi langkah 1-5 untuk larutan
lainnya baik yang satu molal maupun yang dua molal.
E.
Pengamatan
|
No.
|
Larutan
|
Titik Leleh
|
Keterangan
|
|
1
|
CO(NH2)2 1 molal
|
-10C
|
Suhu ruangan 350C
|
|
2
|
CO(NH2)2
2 molal
|
00C
|
|
|
3
|
NaCl 1 molal
|
-30C
|
|
|
4
|
NaCl
2 molal
|
-20C
|
Titik leleh = Titik beku
F.
Pembahasan
Ulasan perhitungan sesuai
teori :
∆ Tf =
m × Kf Tf = Tfm- Tfl
= 1,86 × 1 = 0-1,86
= 1,86 = -1,86 0C
∆ Tf =
m × Kf Tf = Tfm- Tfl
= 1,86 × 2 = 0-3,72
=
3,72 =
-3,72 0C
∆ Tf =
m × Kf × i Tf = Tfm- Tfl
= 1,86 × 1 × 2 = 0-3,72
=
3,72 =
-3,72 0C
∆ Tf =
m × Kf × i Tf = Tfm- Tfl
= 1,86 × 2 × 2 = 0-7,44
=
7,44 =
-7,440C
Dari pengamatan yang kami lakukan
tampak bahwa suhu yang muncul sebenranya tidak sama dengan perhitungan yang dilakukan
namun terjadi perbedaan yang dikarenakan beberapa faktor, seperti :
ü Kesalahan pada penggunaan
thermometer,karena thermometer yang digunakan bukanlah thermometer yang standar.
ü Kesalahan pada ketepatan membaca
angka-angka yang menunjukkan suhu pada thermometer.
ü Es yang sudah meleleh tidak segera
diganti.
ü Suhu ruangan yang terlalu tinggi
sehingga memakan waktu pembekuan yang lama.
Hal tersebutlah yang membuat
penghitungan menjadi tidak sesuai dengan angka asli yang semestinya diharapkan.
2. Perbedaan yang terlihat antara titik
beku larutan elektrolit dengan larutan nonelektrolit adalah :
Larutan elektrolit memiliki banyak
ion, sehingga menghasilkan titik beku yang lebih besar daripada larutan
nonelektrolit. Karena semakin besarnya titik beku (Tb) makin besar
dengan makin banyaknya ion pada larutan elektrolit yang berkonsentrasi sama.
Sedangkan larutan elektrolit hanya memiliki satu ion saja yang tidak mungkin
mencukupi kebutuhan titik beku yang diinginkan.
3. Semakin tinggi konsentrasi suatu
larutan maka semakin rendah suhu titik bekunya.
4. Pada intinya titik beku suatu larutan
dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu :
o
Konsentrasi zat terlarut, bila konsentrasi zat terlarut semakin besar, maka
penurunan titik beku juga semakin besar, dan sebaliknya.
o
Molekul-molekul yang terurai dalam larutan tersebut.
G.
Kesimpulan
Perubahan titik
beku larutan elektrolit dan nonelektrolit dipengaruhi oleh banyaknya ion yang
terkandung dalam larutan tersebut yang biasanya disebut konsentrasi zat
terlarut. Jadi berdasarkan penelitian maka ditemukan hasil yang berbeda antara
satu larutan dengan larutan lainya.
Semakin banyak ion yang dibutuhkan untuk
membentuk titik beku atau semakin besar konsentrasi yang terkandung dalam
larutan tersebut, maka penurunan titik beku juga semakin besar dan sebaliknya.
Namun dalam
percobaan yang telah dilakukan, hasil yang didapat tidak sesuai dengan apa yang
diharapkan. Maka dari itu perlu mengkaji ulang dan memperbaiki hasil dari
percobaan.
H.
Dokumentasi Praktik




I.
Daftar Pustaka
©Anggarda Putra Giantara
Susrialfuadi354@gmail.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar